PBPGI

GOWA – South Sulawesi Amateur Open (SSAO) 2026 kembali digelar sebagai salah satu ajang golf amatir internasional di Indonesia. Memasuki penyelenggaraan keempat, SSAO 2026 berlangsung pada 22–24 September 2026 di Padivalley Golf Club, Gowa, Sulawesi Selatan.

Turnamen ini mempertemukan pegolf amatir dari Indonesia dan sejumlah negara Asia. Pada penyelenggaraan tahun ini, SSAO mengusung tema “Harmony of Toraja”, yang membawa unsur budaya Sulawesi Selatan dalam pelaksanaan turnamen sekaligus memperkenalkan potensi daerah kepada peserta dari berbagai negara.

Partisipasi internasional menjadi salah satu daya tarik utama SSAO 2026. Sejumlah pegolf dari India, Korea Selatan, Jepang, Bangladesh, Mongolia, Filipina, Malaysia, Vietnam, Singapura, Hong Kong, China, Thailand, serta Indonesia tercatat dalam cakupan peserta yang mengikuti turnamen.

Dari sisi jumlah peserta, penyelenggara memproyeksikan sekitar 85–90 pegolf ambil bagian dalam SSAO Series 4, termasuk puluhan pegolf dari luar Indonesia. Kehadiran pemain internasional tersebut menambah persaingan sekaligus memberikan pengalaman bertanding bagi pegolf amatir Indonesia.

SSAO 2026 juga menjadi bagian penting bagi pegolf yang tengah membangun rekam jejak di tingkat internasional. Turnamen ini tercatat sebagai WAGR Counting Event, sehingga hasil pertandingan dapat menjadi bagian dari perjalanan kompetitif pemain dalam World Amateur Golf Ranking.

Persaingan di Padivalley Golf Club berlangsung dengan format stroke play selama tiga ronde atau 54 hole, dengan masing-masing ronde memainkan 18 hole. Lapangan memiliki par 72, dengan jarak permainan sekitar 7.000 yard untuk sektor putra dan 6.276 yard untuk sektor putri.

Sejumlah pegolf Indonesia turut ambil bagian dalam persaingan di Padivalley. Di sektor putri terdapat nama seperti Lydia Hawila Stevany Sitorus, Rayi Geulis Zullandari, dan Abigail Rhea Soeryo Wiharko, sementara sektor putra di antaranya diisi Naufal Abdul Azis Lesmana, Ryan Jovan Wijaya, dan Prakasa Alfa Rizqi.

Beberapa pemain Indonesia datang ke SSAO 2026 dengan pengalaman kompetisi internasional maupun nasional. Lydia Sitorus dan Abigail Rhea, misalnya, sebelumnya baru menyelesaikan persaingan di Southeast Asian Amateur Golf Team Championships 2026 di Hong Kong sebelum melanjutkan perjalanan ke Sulawesi Selatan.

Padivalley Golf Club kembali dipercaya sebagai venue SSAO setelah menjadi tempat penyelenggaraan turnamen pada edisi sebelumnya. Pada SSAO 2025, Lydia Sitorus berhasil menjadi juara divisi putri, sementara pegolf Thailand Lapassapon Liberto Herasgomez keluar sebagai juara divisi putra.

Selain menghadirkan persaingan di lapangan, SSAO 2026 juga membawa misi untuk memperkenalkan Sulawesi Selatan melalui olahraga. Tema “Harmony of Toraja” menjadi bagian dari upaya memadukan kompetisi golf dengan pengenalan budaya dan potensi pariwisata daerah kepada peserta internasional.

Kehadiran pegolf dari berbagai negara juga membuka ruang pertukaran pengalaman dan membangun jaringan di antara komunitas golf amatir. Bagi pegolf Indonesia, persaingan menghadapi pemain dari negara lain di kandang sendiri menjadi kesempatan untuk menambah jam terbang di level internasional.

PB PGI memberikan apresiasi kepada Pengprov PGI Sulawesi Selatan atas kerja keras dan komitmennya dalam menghadirkan SSAO 2026 sebagai turnamen golf amatir bertaraf internasional. Gelaran ini menjadi salah satu upaya dalam mendorong perkembangan golf amatir di Indonesia serta memberikan pengalaman kompetisi internasional bagi para pegolf.

SSAO 2026 akan berlangsung hingga 24 September mendatang. Setelah dua ronde pertama, para pemain akan melanjutkan persaingan pada final round untuk menentukan para juara di Padivalley Golf Club. Hasil akhir turnamen akan menjadi penutup dari tiga hari persaingan golf amatir internasional di Sulawesi Selatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *